Nafsu Itu Modus! Benarkah Begitu?

Ketulusan nggak akan menghapus nafsu. Tapi nafsu nggak selalu mengganggu ketulusan

1.      Cinta Yang Murni VS Modus

Banyak yang mengatakan bahwa cinta itu seharusnya murni dan suci. Adanya nafsu dalam hubungan menandakan kalau hubungan itu hanya modus untuk mendapatkan kepuasan seksual semata. Tapi, emang gitu yah?

Sebelumnya kita perlu tahu bahwa cinta itu perasaan yang mengacu pada keterikatan emosional antara kita dengan orang lain, sedangkan nafsu adalah perasaan yang mengacu pada ketertarikan dan keterikatan fisik antara kita dengan orang lain.

Ada bias makna yang seringkali terjadi di sekitar kita, dimana nafsu selalu memiliki konotasi yang kotor, sedangkan hasrat dan gairah enggak. Padahal ketiganya memiliki makna yang sama.

Dari bias ini, muncul anggapan bahwa nafsu itu mengotori kemurnian cinta, menunjukkan bahwa hubungan yang dijalani hanya sebagai kereta untuk mencapai kebutuhannya berupa hubungan seks, dan anggapan negatif lainnya.

Faktanya, nafsu justru merupakan salah satu unsur dalam cinta, selain keintiman dan komitmen, seperti yang dikatakan Robert Sternberg dalam teorinya, Triangular Theory of Love. Dalam hal ini, nafsu tidak hanya mengacu pada pemenuhan hubungan seks saja, melainkan juga pada tindakan romantis, daya tarik fisik, dan masih banyak lagi.

Artinya, keberadaan nafsu dalam sebuah hubungan tidak bisa langsung dikatakan sebagai indikasi modus. Karena pada dasarnya, manusia yang normal, baik laki-laki maupun perempuan memang didesain untuk memiliki nafsu terhadap lawan jenis, karena berbagai macam hormon yang mereka miliki.

Lalu, jika itu adalah tanda kenormalan manusia, di mana letak salahnya?

2.      Realita Antara Nafsu Dan Ketulusan

Ada sebuah pernyataan bahwa, “Akan selalu ada alasan dibalik perasaan cintamu padanya.” Alasan itulah yang seringkali berupa nafsu

Tapi ada juga yang mengatakan kalau, “Ketika cintamu beralasan, maka alasan itulah yang nantinya menyebabkanmu meninggalkannya.

Lalu, jika cinta nggak beralasan, justru kita nggak akan perlu alasan buat ninggalin dia kan?

Pada dasarnya, seseorang akan memulai hubungan berdasarkan penilaian fisik. Perempuan menyukai laki-laki yang kekar karena dianggap mampu melindungi dan nyaman ketika bergandengan, menyukai laki-laki yang tinggi agar lebih percaya diri saat jalan bersama di luar, atau bahkan menyukai laki-laki yang sedikit gemuk karena fantasi seksualnya.

Begitujuga ketika laki-laki menyukai perempuan yang cantik karena nyaman dipandang, menyukai perempuan yang seksi dan berbetis kecil karena fantasi seksualnya, dan masih banyak lagi.

Ketertarikan pada fisik merupakan hal yang nggak akan pernah bisa disangkal oleh setiap orang, karena itu adalah fitrahnya manusia. Sehingga menuntut ketiadaan nafsu dalam hubungan justru merupakan kenaifan, sekalipun realita menunjukkan bahwa banyak orang menghakimi nafsu dan menuntut ketulusan dalam sebuah hubungan, seolah adanya nafsu dalam hubungan mengganggu ketulusan.

Padahal, banyak orang mengagungkan ketulusan seolah ia tercipta dari ketiadaan nafsu. Kenyataannya? Tidak sedikit ketulusan yang bertahan bukan karena cinta, melainkan karena benefit yang masih bisa diperah.

Demi label ‘tulus’, mereka akan memberikan apapun karena merasa pasangan mereka tulus mencintai. Sebagian yang lain justru rela menjadi budak pasangannya karena merasa bahwa itulah bukti ketulusan. Padahal, apa bedanya ketulusan dengan kebodohan dalam dua contoh itu?

3.      Akhir Dari Nafsu dan Ketulusan

Meskipun nafsu adalah hal yang normal dan wajar dalam sebuah hubungan, bukan berarti kita boleh secara bebas melampiaskannya. Indonesia merupakan negara yang menjunjung tinggi norma dan aturan agama, ekspresi dari nafsu inilah yang seringkali bermasalah dalam hubungan.

Nafsu yang nggak terkontrol akan menghasilkan ekspresi yang liar, beberapa wilayah dan lingkungan keluarga memang menormalkan dan mewajarkan beberapa tindakan seperti pegangan tangan, pelukan, ciuman, atau bahwa tinggal bersama. Tapi tidak dengan wilayah dan lingkungan keluarga lainnya.

Dalam hal ini, bukanlah sebuah masalah, melainkan kontrol atas nafsulah yang seringkali bermasalah, Modus dalam sebuah hubungan bukanlah ketika ada nafsu di dalamnya, tapi ketika nafsu menjadi satu-satunya yang dicari dalam hubungan.

Karena dalam hubungan, terkadang hilangnya nafsu justru mengakibatkan keretakan. Tapi nafsu yang liar juga seringkali menghasilkan perpecahan.

Dan yang lebih buruk adalah ketika kata ‘ketulusan’ dijual demi kebodohan untuk menjadi budak yang memberikan segalanya, padahal nggak pernah mendapatkan cinta yang sesungguhnya.

Karena orang paling tulus pun tetap memiliki nafsu yang membara dalam dirinya, hanya saja akal mengekangnya untuk tetap pada posisi yang seharusnya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Nafsu Itu Modus! Benarkah Begitu?

Ketulusan nggak akan menghapus nafsu. Tapi nafsu nggak selalu mengganggu ketulusan 1.       Cinta Yang Murni VS Modus Banyak yang mengatak...