Hidup memang tidak selamanya berhenti pada satu titik, roda kehidupan akan terus berputar, dan kita akan selalu berjalan sesuai perputaran roda kehidupan kita.
Bertemu dan berpisah sudah menjadi hal sangat wajar kita temui, bahkan itu seolah menjadi hukum alam, bahwa setiap pertemuan pasti akan ada perpisahan. Namun apakah kita sudah siap untuk menghadapi perpishan yang akan terjadi kelak?
Wajarnya adalah kita tidak bisa menahan seseorang untuk selalu ada bersama kita, namun kenyataanya, ego membuat kita melupakan hal itu. Hadirnya orang yang kita sayang seolah menjadi sebuah anugrah yang tidak boleh lepas dari jangkauan kita. Tapi takdir adalah takdir, semua yang ditetapkan untuk berpisah akan tetap berpisah, kita hanya harus mempersiapkan diri untuk menghadapi perpisahan itu, meninggalkan atau ditinggalkan adalah suatu keharusan yang akan kita jalani kelak, namun dengan cara dan kondisi seperti apa kita akan pergi adalah pilihan kita. Momen yang indah akan menjadi sebuah kenangan yang amat sulit terlupakan bagi seseorang, tapi tidak jarang bahwa momen yang burukpun menjadi sebuah pengalaman yang sulit untuk dilupakan.
"Bertemu atau berpisah, meninggalkan atau ditinggalkan"
Pada dasarnya memang kedewasaan kita yang dituntut untuk memahami itu semua. Akal yang dipaksa untuk menerima, dan hati yang dipaksa untuk kuat.
Bukan hanya kamu, layaknya manusia memang akan sulit melepaskan dan merelakan. Itu sifat lahiriyah manusia yang menginginkan kebahagiaan, namun setidaknya kita harus tahu bahwa sesuatu yang pergi tidak pantas untuk kita ratapi, apalagi sesali. Jalan yang harus kamu lalui masih terbentang luas, dan selain dia, ada lagi orang yang harus kamu perjuangkan kebahagiaannya, ada lagi orang yang harus kamu kasihi, ada lagi orang yang harus kamu tanggung jawabi.
Jadi tentang kepergian, "Jadilah dirimu dengan versi terbaikmu dalam kondisi apapun"
Barangkali mau mampir https://fastwork.id/user/irkham20/self-improvement-32591401
Tidak ada komentar:
Posting Komentar