Islam dikenal sebagai agama yang rahmatan lil
alamin. Kata rahmatan dalam istilah tersebut memiliki banyak sekali
presepsi dikalangan ulama maupun cendekiawan muslim, sedangkan makna dasar dari
rahmatan ini ialah “kasih sayang”. Sedangkan kata lil alamin
memiliki arti “bagi alam semesta”.
Islam adalah agama yang secara normatif mengusung
konsep cinta didalamnya, ajaran yang menjamin akan ketentraman dan kedamaian
bagi pemeluknya.
عن عبدالله بن عمرو العاص رضي الله عنهما عن النبي صلي الله عليه وسلم قال
:((الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُوْنَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِّهِ،
وَالْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَانَهَى اللّٰهُ عَنْهُ)).متفق عليه.
Dari Abdulah bin Amr al-Ash Ra. dari Nabi SAW. bersabda :
((seorang muslim adalah orang yang kaum muslim selamat dari lisan dan
tangannya, dan Muhajir ialah orang yang meninggalkan apa yang dilarang oleh
allah swt)). Muttafaq alaih.
Dari hadits diatas dapat kita petik hikmah didalamnya,
bahwasannya islam mengajarkan kita untuk saling menjaga, menghormati, dan
mengasihi satu sama lain, menjauhkan kita untuk berbuat aniaya kepada sesama,
baik melalui lisan maupun perbuatan (tangann).
Ada banyak sekali jenis cinta didunia ini, cinta kepada
saudara, cinta kepada lawan jenis, cinta kepada bangsa dan tanah air, dan cinta
terhadap orang tua. Islam telah mengatur segala aspek didunia ini, termasuk
konsep cinta yang sekarang sedang kita bahas kali ini. Dalam islam banyak
sekali tokoh-tokoh yang menginterpretasikan cinta, mulai dari utusan-utusannya
sampai para hamba yang dicintainya.
Nabi Yusuf As. dengan Zulaikha adalah salah satu contoh
dengan kisah percintaan yang menarik, perjalanan cinta yang penuh lika-liku.
Dengan ketampanan Nabi Yusuf, Zulaikha di penuhi oleh nafsu dan selalu
menggodanya untuk berbuat hal itu (zina), namun dengan pertolongan allah, Nabi
Yusuf terlindung akan hal tersebut, penjara pun sempat menjadi tempat singgah
Nabi Yusuf kala itu karena tidak mau melayani Zulaikha, hingga allah mengungkap
kebenaran dan membuat Kedzoliman menjadi jelas. Sejak saat itu Zulaikha pun
menyadari kesalahannya dan memohon ampun serta mendekatkan diri kepada allah,
hingga akhirnya suaminya wafat dan Nabi Yusuf meminangnya. Allah adalah dzat
yang maha membolak-balikan hati seorang hamba, ketika Zulaikha berusaha
menggapai cinta Nabi Yusuf, maka allah palingkan Yusuf darinya, dan ketika ia
mengejar cinta allah, maka allah datangkan Nabi Yusuf kepadanya sebagai bentuk
rahmat dan anugrahnya.
Kisah cinta penuh romantik juga datang dari sang Khotamul
Anbiya, Nabi Muhammad Saw. dengan Aisyah Ra.. Aisyah dinikahi pada saat
usianya baru 6 tahun (ada yang
mengatakan 7 tahun) dan mulai tinggal dengan Nabi pada usia 9 tahun. Dengan
usia yang masih belia, Rosulullah tidak menuntutnya untuk bersikap layaknya
suami istri, ia tetap memberinya kebebasan untuk menikmati masa anak-anaknya,
bahkan tak jarang Rosulullah ikut bermain bersamanya.
Aisyah mengatakan, “Orang-orang Habasyah masuk ke
dalam masjid untuk bermain (latihan berpedang), maka Nabi SAW bertanya kepadaku
‘wahai khumaira (panggilan sayang untuk Aisyah), apakah engkau ingin meihat
mereka?’, aku menjawab, ‘iya’.
Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam lalu berdiri di
pintu, kemudian aku mendatanginya dan aku letakkan daguku di atas pundaknya
kemudian aku sandarkan wajahku di pipinya.
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam pun
bertanya (setelah agak lama), ‘sudah cukup (engkau melihat mereka bermain)’,
aku menjawab, ‘wahai Rasulullah, jangan terburu-buru’, lalu beliau (tetap)
berdiri untukku agar aku bisa terus melihat mereka.
Kemudian ia bertanya lagi, ‘sudah cukup’, aku pun menjawab, ‘wahai
Rasulullah, jangan terburu-buru’. Aisyah berkata, ‘Sebenarnya aku tidak ingin
terus melihat mereka bermain, akan tetapi aku ingin para wanita tahu bagaimana
kedudukan Rasulullah SAW di sisiku dan kedudukanku di sisi Rasulullah.'
Kisah ini menunjukan betapa Rasulullah tak segan memenuhi keinginan
istrinya. Karena beliau adalah seorang yang paling lembut dalam segala hal
selama masih dalam perkara yang mubah atau diperbolehkan.
Sangat banyak sekali momen-momen romantis yang
diberikan Rosulullah kepada Aisyah dalam kisahnya, seperti mandi berdua dalam
satu bejana, mengajak Aisyah makan di luar, jalan-jalan sambil
berbincang-bincang, lomba lari Rosulullah dan Aisyah, dan masih banyak yang
lainnya.
Kelembutan dan perlakuan istimewa yang diberikan
Rosulullah kepada Aisyah membuat Aisyah menetap sampai akhir hidupnya dan tidak
menikah lagi sepeninggalan beliau, membuat kisah cinta mereka layaknya kisah
cinta sejati.
Dari kedua kisah diatas, dapat kita petik banyak
pelajaran yang terkandung didalamnya, bebetapa poin terkait simbol cinta yaitu
tentang kelembutan, dimana cinta tidak membenarkan adanya kekerasan didalamnya,
selain itu juga ketulusan dan kebenaran yang juga menjadi salah satu simbol
cinta, itu sebabnya cinta tidak akan pernah bisa disatukan dengan nafsu. Sangat
jelas terpatri dalam konsep cinta yang diajarkan oleh nabi Yusuf A.S. dengan
Zulaikha, ketika nafsu memenuhi keduanya, maka tidak ada kebahagiaan yang lahir
disana, melainkan hanya menimbulkan kerusakan dan kekeliruan, maka ketika cinta
berdiri diatas kebenaran yang ditetapkan allah, kebahagiaan akan selalu
menyertainya.
Semoga menginspirasi yah!
Good Luck!